Kamis, 11 Juni 2015

Sebaiknya Menerjemahkan atau Tidak Menerjemahkan Ketika Mengajar Bahasa Inggris? (Bagian 1)

          Ketika saya mengajar bahasa Inggris dengan tidak berbicara dalam bahasa Indonesia kepada siswa-siswa saya apalagi menerjemahkannya, saya setidaknya memiliki dua alasan: 1) menggunakan metode pembiasaan bahasa asing dan 2) bahasa Inggris diajarkan sebagai TEFL di Indonesia. Namun, setelah beberapa saat, saya menyadari bahwa ada sesuatu yang salah, terutama dengan siswa dengan tingkat "pemula". Setelah empat setengah tahun mengajar bahasa Inggris untuk orang dewasa, saya memiliki pendapat lain tentang apakah perlu atau tidak untuk berbicara bahasa Indonesia di kelas (dan tidak hanya di kelas) dan untuk menerjemahkan struktur kosa kata dan tata bahasa baru dalam bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Ini adalah pendapat berdasarkan pengalaman yang berkaitan dengan banyak kasus di mana orang mengalami kesulitan belajar bahasa asing. Ini juga bukan pendapat seorang ahli bahasa dan ahli linguistik.
          Pengalaman itu memberi saya beberapa pandangan sebagai berikut:
Ada dua situasi yang sangat berbeda:
1.     Orang-orang memutuskan untuk pergi ke suatu negara yang berbahasa Inggris untuk belajar atau bekerja dengan bahasa Inggris. Dalam hal ini, (biasanya) orang ini terikat dengan bahasa Inggris sepanjang hari dengan tidak ada kesempatan untuk melarikan diri. Untuk bertahan mereka harus belajar kosa kata dalam konteks di mana mereka akan berada setiap saat, misalnya, restoran, memasak, bekerja, dll. Dalam pandangan saya, mereka tidak perlu menerjemahkan apa-apa. Hanya harus masuk ke bahasa dan "menyelam ke dalamnya tanpa henti." Singkatnya ini seperti belajar seperti yang dilakukan anak-anak, berbicara (mengulang) sepanjang waktu. Ini juga bisa terjadi (meskipun kurang) pada mahasiswa melakukan kursus “pembiasaan” di negara mereka sendiri, yaitu, di mana Anda tidak diizinkan untuk berbicara bahasa Inggris sepanjang hari.
2.     Orang yang tinggal di negara Indonesia tetapi menggunakan bahasa Inggris untuk bekerja (perusahaan asing, misalnya), biasa menemukan kejadian di mana perusahaannya memintanya untuk menerjemahkan teks pendek dari bahasa Inggris ke Indonesia atau sebaliknya, juga menulis dalam bahasa Inggris, khususnya, korespondensi dan bahkan laporan dan presentasi. Dalam hal ini, terjemahan menjadi bagian dari pelatihan seseorang karena berguna untuk pekerjaannya.
          Ketika saya mengajar bahasa Inggris saya selalu berkata, "Saya pengajar bahasa Inggris, bukan penerjemah." Hal ini dikarenakan saya mengalami kesulitan ketika belajar bahasa Inggris dengan cara menerjemahkan, mungkin karena selama enam tahun saya hanya belajar bahasa Inggris dengan berbicara saja. Terjemahan berada di salah satu sisi kepala saya yang lain di luar bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Bahkan, saya selalu berpikir bahwa mengetahui dua bahasa telah memberi saya dua kehidupan karena di setiap bahasa saya bisa mengekspresikan diri dengan sangat berbeda.
          Seiring dengan waktu perlahan-lahan saya belajar untuk menerjemahkan. Meskipun saya belum sempurna dalam menerjemahkan; secara praktek saya telah meningkat banyak. Setiap orang yang terlibat dalam peterjemahan tahu bagaimana mudahnya untuk "mencemari" bahasa dengan ekspresi dengan bahasa lain. 



Butuh jasa penerjemahan B. Inggris<->B. Indonesia? Segera hubungi:

Griya Alih Bahasa
English-Indonesian and Indonesian-English Translation Service
alamat: Jl. Silikat I no. 5 Purwantoro, Blimbing, Malang
telp./SMS/WhatsApp: +6285646575239

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar: