Scrapbook Art dan Perkembangan Motorik Halus Anak
Ketika berdiskusi tentang masalah kegiatan belajar mengajar dan perkembangan kemampuan anak, terutama dengan tenaga pengajar di tingkat pendidikan anak usia dini, banyak
pertanyaan muncul terutama bagaimana cara meningkatkan kemampuan motorik halus. Sekitar sebulan yang lalu saya dan seorang teman sejawat terdorong
untuk dapat mengadakan suatu pelatihan di sebuah taman kanak-kanak di dusun yang terletak di kaki gunung di Kabupaten Malang untuk
meninngkatkan kemampuan motorik halus pada anak melalui scrapbook art,
mengingat scrapbook art adalah seni
menempel foto atau gambar di media kertas atau media lain yang murah dan mudah didapat, dan menghiasnya hingga menjadi karya kreatif. Tema alam kami pilih karena tema alam terdapat
dalam kurikulum pembelajaran dan gambar serta kelengkapan bahan bertema alam
lebih mudah didapatkan di sekitar kita.
Scrapbook
Art
Asal kata scrap berarti barang sisa. Menurut
Isnaeni (2013) definisi scrapbook
adalah seni menempel foto atau gambar di media kertas, dan menghiasnya hingga
menjadi karya kreatif. Sedangkan menurut Himawan (2012) Scrapbook adalah kegiatan yang memiliki kegiatan pokok menyusun
foto atau barang atau tulisan dalam sebuah album. Kegiatan scrapbooking menjadi suatu gaya hidup di Amerika sekitar 20 tahun
lalu. Sedang di Asia baru berkembang sepuluh tahun terakhir ini. Kegiatan
mengasyikkan yang merupakan penuangan ekspresi si pembuatnya adalah perpaduan
ketrampilan menempel kertas, foto, dan gambar dengan seni memadukan warna,
motif, dan bentuk ini menghasilkan karya-karya yang seindah lukisan.
Dari www.wikipedia.org
diketahui bahwa kebiasaan membuat
scrapbook ini dimulai pada abad ke-15, buku umum, populer di
Inggris, muncul sebagai cara untuk mengumpulkan informasi yang meliputi resep,
kutipan, surat, puisi dan banyak hal. Setiap buku biasanya unik sesuai dengan
kepribadian dan keinginan si pembuat scrapbook itu. Album Persahabatan menjadi
populer di abad 16. Album ini digunakan seperti buku tahunan modern, di mana
teman atau pelanggan akan memasukkan nama mereka, judul dan teks singkat atau
ilustrasi atas permintaan pemilik album. Album ini sering dibuat sebagai
souvenir wisata Eropa dan akan berisi memorabilia lokal termasuk lambang atau
karya seni oleh seniman lokal. Mulai tahun 1570, menjadi mode untuk memasukkan
piring berwarna yang menggambarkan adegan populer seperti kostum Venesia atau
Karnaval adegan. Ini memberikan pilihan terjangkau dibandingkan dengan
karya-karya asli dan, dengan demikian, piring ini tidak dijual untuk
memperingati atau dokumen peristiwa tertentu, namun secara khusus sebagai
embellishments untuk album.
Pada 1775, James Granger menerbitkan sejarah Inggris dengan beberapa kosong
halaman di akhir buku. Halaman-halaman tersebut dirancang agar pemilik buku
bisa mempersonalisasi buku dengan memorabilia sendiri. Praktek meninggalkan
halaman untuk personalisasi di akhir buku menjadi dikenal sebagai grangerizing.
Selain itu, album persahabatan dan buku tahunan sekolah diberikan ruang untuk
gadis-gadis di abad 18 dan 19 untuk berbagi keterampilan sastra mereka, dan
kesempatan untuk mendokumentasikan catatan historis mereka sendiri pribadi.
Munculnya fotografi modern pada tahun 1826, memungkinkan orang untuk mulai
memasukkan foto ke dalam scrapbooks mereka.
Media yang paling penting dalam seni scrapbook adalah albumnya sendiri.
Sekarang sudah banyak dijual album scrapbook dengan berbagai ukuran. Ada album
yang sudah dijilid secara permanent, ada pula album yang halamannya dapat
dipasang dan dilepaskan.
Bahan-bahan untuk membuat scrapbook terdiri dari
1. kertas
background,
2. perekat
foto,
3. gunting,
4. pemotong
kertas,
5. pena
kaligrafi,
6. lem.
Untuk disain yang lebih kompleks kita memerlukan alat-alat khusus seperti:
1.Template,
2.stempel karet,
3.gunting craft,
4.pelubang kertas,
5.embossing tool,
6.stencil,
7.tinta warna,
8.mesin potong kertas.
Berbagai aksesoris atau “hiasan” tambahan: stiker, stempel, elemen bentuk,
elemen huruf, pita, renda, kawat dan lain sebagainya sesuai kebutuhan dan
kesukaan scrapbooker.
Ketrampilan Motorik Halus pada Anak
Motorik halus atau (fine motoric) adalah pengorganisasian penggunaan sekelompok
otot-otot kecil seperti jari-jemari dan tangan yang sering membutuhkan
kecermatan dan koordinasi dengan tangan, keterampilan yang mencakup pemanfaatan
menggunakan alat-alat untuk mengerjakan suatu objek (Sumantri, 2005:143).
Sedangkan Sujiono (2008:12.5) menyatakan bahwa motorik halus adalah gerakan
yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh
otot-otot kecil, seperti keterampilan menggunakan jari jemari tangan dan
gerakkan pergelangan tangan yang tepat. Namun tidak semua anak memiliki
kematangan untuk menguasai kemampuan ini pada tahap yang sama.
Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor
yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Beberapa
pengaruh perkembangan motorik terhadap konstelasi perkembangan individu menurut
Hurlock (1996) adalah sebagai berikut:
a. Melalui
keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan
senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan
boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat mainan.
b. Melalui
keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada
bulan-bulan pertama dalam kehidupannya, ke kondisi yang independent. Anak dapat
bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk
dirinya. Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri.
c. Melalui
perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan
sekolah. Pada usia prasekolah atau usia kelas-kelas awal Sekolah Dasar, anak
sudah dapat dilatih menulis, menggambar, melukis, dan baris-berbaris.
d. Melalui
perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain atau bergaul
dengan teman sebayannya, sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk
dapat bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan atau
menjadi anak yang fringer (terpinggirkan).
Keterampilan motorik halus dapat dilihat dari hasil
tes kemampuan seseorang menyelesaikan tugas yang melibatkan jari-jari tangan dengan
mengikuti tingkat akurasi tertentu. Semakin tinggi keterampilan motorik
seseorang maka semakin mudah ia menyelesaikan tugas dengan akurasi tinggi.
Secara umum keterampilan motorik anak dapat dilihat dan dibandingkan dengan
teman seusianya. Misalnya anak usia 5 tahun yang sudah duduk di sekolah TK pada
umumnya sudah dapat menulis huruf alfabet. Jika ada anak usia 5 tahun belum
dapat menulis huruf alfabet, bisa jadi karena kurangnya keterampilan motorik
halus.
Berikut ini tingkat perkembangan motorik halus
menurut tingkatan usia 4-5 tahun:
a. Membuat garis vertikal, horizontal,
garis lengkung kiri/ kanan, miring kiri/kanan dan lingkaran
b. Menjiplak bentuk
c. Mengkoordinasi jari tangan dan mata
untuk meniru bentuk tulisan
d. Meniru bentuk dari berbagai media
e. Membuat bentuk dari bahan tanah
liat/plastisin atau media lainnya sesuai dengan ekspresi diri
Sedangkan untuk usia
anka 5-6 tahun perkembangan motorik halusnya adalah sebagai berikut:
a. Menggambar sesuai dengan gagasannya
b. Meniru bentuk dengan berbagai media
(menulis bentuk, melipat, membentuk plastisin)
c. Melakukan ekspolari dengan berbagai
media
d. Menggunting sesuai pola
e. Menempel gambar dengan tepat
f. Menggambar secara detail
Setiap anak mampu
mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan
stimulasi tepat. Di setiap fase, anak membutuhkan rangsangan untuk
mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Semakin banyak yang
dilihat dan didengar anak, semakin banyak yang ingin diketahuinya. Jika kurang
mendapatkan rangsangan anak akan bosan. Di sinilah kami ingin memberi pelatihan
untuk membuat kegiatan yang menyenangkan dan tentu saja dapat merangsang
perkembangan motorik halus pada anak dengan scrapbook.
Scapbook untuk Pembelajaran Anak
Hampir semua aktivitas bermain anak
melibatkan keterampilan motorik halus seperti memegang mainan, menulis,
menyobek kertas, bermain piano, dan lain sebagainya. Banyak kegiatan yang bisa
dilakukan anak-anak untuk melatih keterampilan motorik halus di sekolah salah
satunya melalui scrapbook art. Seperti
pada penjelasan perkembangan motorik halus di subbab sebelumnya, kemampuan
motorik halus berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil
dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan
melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin seperti menggunting
sesuai pola, membuat garis, mewarnai, melipat kertas, menempel, menyusun
benda-benda kecil dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut ada dalam kegiatan
scrapbook art.
Membuat scrapbook dapat mengembangkan daya kreativitas anak. Beberapa ide scrapbooking antara lain adalah
mengumpulkan foto-foto sejak anak lahir sampai usianya yang sekarang. Guru bisa
mengumpulkan foto-foto, dan meminta anak untuk menempelkan dan menuliskan
komentar-komentar lucu di dalam buku tersebut. Selain foto-foto anak juga bisa
menggunakan sticker, kertas berwarna-warni, wool atau hiasan lainnya dalam
membuat scrapbook.
Adapun cara untuk membuat scrapbook
untuk pembelajaran pada anak usia dini dapat menggunakan langkah-langkah
berikut.
1. Tentukan tema scrapbook
dan cetak foto yang sesuai dan masuk dalam tema scrapbook
2. Cetak foto dapat dalam berbagai ukuran. Bisa
variasikan dengan foto hitam putih bila suka
3. Gunakan bahan-bahan sekitar kita: renda tidak
terpakai, robekan kain, kancing, daun kering, kertas-kertas majalah,
manik-manik dan masih banyak lagi
4. Anda dapat mengunting foto sesuai keinginan dan
menempelnya pada kertas yang lebih besar (HVS, karton bekas minuman yang sudah
dibuka, atau lapisi dengan kertas Koran atau majalah)
5. Hias pinggiran kertas, bisa gunakan gutingan asal
atau hias dengan bahan-bahan yang ada
6. Satukan setiap halaman dengan pita atau tali
Tema Alam
Sesuai dengan Fitriani (2013) sebaran
tema yang pada pembelajaran PAUD yakni TK baik kelompok A atau kelompok B tema
alam pada pembelajaran terbagi menjadi binatang, tanaman, air, udara, dan api,
serta alam semesta. Adapun isinya adalah sebagai berikut.
1. Binatang
a. Jenis/macam
binatang: Binatang kesayangan, Binatang ternak, Binatang liar, Serangga,
Burung, dan ikan
b. Makanan
binatang
c. Tempat
hidup binatang: air, udara, darat, dan kandang
d. Perkembangbiakan
binatang
e. Bahaya
binatang
f. Ciri
binatang
g. Keuntungan
binatang
2. Tanaman
a. Macam-macam
tanaman
b. Fungsi
tanaman
c. Cara
menanam tanaman
d. Cara
memelihara tanaman
e. Bagian-bagian
tanaman
3. Air,
Udara, dan Api
a. Manfaat
air
b. Bahaya
air
c. Asal
air
d. Sifat
air
e. Kegunaan
udara
f. Angin
g. Sumber-sumber
api
h. Warna-warna
api
i. Sifat-sifat
api
j. Kegunaan
api
k. Bahaya
api
l. Arang
m. Asap
n. Abu
4. Alam
Semesta
a. Kegunaan
matahari, bulan, binatang, dan bumi
b. Pencipta
matahari, bulan, bintang, dan bumi
c. Waktu
melihat benda-benda langit
d. Macam-macam
gejala alam
e. Penyebab
terjadinya gejala alam
f.
Pemeliharaan lingkungan agar tidak
terjadi gejala alam yang merugikan
Ketika mengadakan pelatihan pembuatan scrapbook, gambar dan hiasan yang
digunakan sebaiknya berhubungan dengan bab atau subbab tersebut di atas untuk memudahkan
guru dalam mengaplikasikan pelatihan sehingga dapat digunakan dalam kegiatan
belajar mengajar.
Referensi
Fitriani, Enis. 2013. Developing English Workbook for Kindergarten Class B. Unpublished Magister’s Thesis. Malang: Graduate Program in English Education, Islamic University of Malang
Himawan, Ina. 2012. Melatih Kreativitas Melalui Scrapbooking. http://www.infoanak.com/melatih-kreativitas-melalui-scrapbooking/ accessed on 17 February 2017
Himawan, Ina. 2012. Melatih Kreativitas Melalui Scrapbooking. http://www.infoanak.com/melatih-kreativitas-melalui-scrapbooking/ accessed on 17 February 2017
https://en.wikipedia.org/wiki/Scrapbooking
accessed on 17 February 2017
Hurlock (1996)
in Loelha, Mely. 2013. Hakikat Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini. http://melyloelhabox.blogspot.co.id/2013/05/hakikat-perkembangan-motorik-halus-anak.html
accessed on 17 February 2017
Isnaeni, Iis. 2013. Scrapbook. http://isnaeni-iis318.blogspot.co.id/2013/02/scrapbook-a.html accessed on 17 February 2017
Musbikin, Imam. 2012. Tumbuh Kembang Anak. Jogjakarta: Flash Book.
Saraswati,
Widasari. 2012. Ide-Ide Kreatif Menghabiskan Weekend. http://widasarisaraswati.blogspot.co.id/2012/07/ide-ide-kreatif-menghabiskan-weekend.html
accessed on 17 February 2017
Sujiono, Bambang (2008:12.5) in Loelha, Mely. 2013.
Hakikat Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini. http://melyloelhabox.blogspot.co.id/2013/05/hakikat-perkembangan-motorik-halus-anak.html
accessed on 17 February 2017
Sumantri, 2005. Model
Pengembangan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas,Dirjen
Dikti.
Suryani, Tatik. 2014. Metode Pembelajaran dalam Modul
Pelatihan Pengembangan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional. Surabaya:
Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII
Yuniarni,
Desni. 2010. Metode Pengembangan Anak
Usia Dini: Pontianak.
Butuh jasa penerjemahan Bahasa Inggris <=> Bahasa Indonesia? Segera hubungi
-GRIYAALIHBAHASA-
English-Indonesian & Indonesian-English Translation Service
Silikat 1 no. 5 Purwantoro, Blimbing, Malang, East Java 65122
CP: Enis +6285646575239