Kamis, 30 Maret 2017

Scrapbook Art dan Perkembangan Motorik Halus Anak

Ketika berdiskusi tentang masalah kegiatan belajar mengajar dan perkembangan kemampuan anak, terutama dengan tenaga pengajar di tingkat pendidikan anak usia dini, banyak pertanyaan muncul terutama bagaimana cara meningkatkan kemampuan motorik halus. Sekitar sebulan yang lalu saya dan seorang teman sejawat terdorong untuk dapat mengadakan suatu pelatihan di sebuah taman kanak-kanak di dusun yang terletak di kaki gunung di Kabupaten Malang untuk meninngkatkan kemampuan motorik halus pada anak melalui scrapbook art, mengingat scrapbook art adalah seni menempel foto atau gambar di media kertas atau media lain yang murah dan mudah didapat, dan menghiasnya hingga menjadi karya kreatif. Tema alam kami pilih karena tema alam terdapat dalam kurikulum pembelajaran dan gambar serta kelengkapan bahan bertema alam lebih mudah didapatkan di sekitar kita.

Scrapbook Art
Asal kata scrap berarti barang sisa. Menurut Isnaeni (2013) definisi scrapbook adalah seni menempel foto atau gambar di media kertas, dan menghiasnya hingga menjadi karya kreatif. Sedangkan menurut Himawan (2012) Scrapbook adalah kegiatan yang memiliki kegiatan pokok menyusun foto atau barang atau tulisan dalam sebuah album. Kegiatan scrapbooking menjadi suatu gaya hidup di Amerika sekitar 20 tahun lalu. Sedang di Asia baru berkembang sepuluh tahun terakhir ini. Kegiatan mengasyikkan yang merupakan penuangan ekspresi si pembuatnya adalah perpaduan ketrampilan menempel kertas, foto, dan gambar dengan seni memadukan warna, motif, dan bentuk ini menghasilkan karya-karya yang seindah lukisan.
Dari www.wikipedia.org diketahui bahwa kebiasaan membuat scrapbook ini dimulai pada abad ke-15, buku umum, populer di Inggris, muncul sebagai cara untuk mengumpulkan informasi yang meliputi resep, kutipan, surat, puisi dan banyak hal. Setiap buku biasanya unik sesuai dengan kepribadian dan keinginan si pembuat scrapbook itu. Album Persahabatan menjadi populer di abad 16. Album ini digunakan seperti buku tahunan modern, di mana teman atau pelanggan akan memasukkan nama mereka, judul dan teks singkat atau ilustrasi atas permintaan pemilik album. Album ini sering dibuat sebagai souvenir wisata Eropa dan akan berisi memorabilia lokal termasuk lambang atau karya seni oleh seniman lokal. Mulai tahun 1570, menjadi mode untuk memasukkan piring berwarna yang menggambarkan adegan populer seperti kostum Venesia atau Karnaval adegan. Ini memberikan pilihan terjangkau dibandingkan dengan karya-karya asli dan, dengan demikian, piring ini tidak dijual untuk memperingati atau dokumen peristiwa tertentu, namun secara khusus sebagai embellishments untuk  album.
Pada 1775, James Granger menerbitkan sejarah Inggris dengan beberapa kosong halaman di akhir buku. Halaman-halaman tersebut dirancang agar pemilik buku bisa mempersonalisasi buku dengan memorabilia sendiri. Praktek meninggalkan halaman untuk personalisasi di akhir buku menjadi dikenal sebagai grangerizing. Selain itu, album persahabatan dan buku tahunan sekolah diberikan ruang untuk gadis-gadis di abad 18 dan 19 untuk berbagi keterampilan sastra mereka, dan kesempatan untuk mendokumentasikan catatan historis mereka sendiri pribadi. Munculnya fotografi modern pada tahun 1826, memungkinkan orang untuk mulai memasukkan foto ke dalam scrapbooks mereka.
Media yang paling penting dalam seni scrapbook adalah albumnya sendiri. Sekarang sudah banyak dijual album scrapbook dengan berbagai ukuran. Ada album yang sudah dijilid secara permanent, ada pula album yang halamannya dapat dipasang dan dilepaskan.
Bahan-bahan untuk membuat scrapbook terdiri dari
1. kertas background,
2. perekat foto,
3. gunting,
4. pemotong kertas,
5. pena kaligrafi,
6. lem.
Untuk disain yang lebih kompleks kita memerlukan alat-alat khusus seperti:
1.Template,
2.stempel karet,
3.gunting craft,
4.pelubang kertas,
5.embossing tool,
6.stencil,
7.tinta warna,
8.mesin potong kertas.
Berbagai aksesoris atau “hiasan” tambahan: stiker, stempel, elemen bentuk, elemen huruf, pita, renda, kawat dan lain sebagainya sesuai kebutuhan dan kesukaan scrapbooker.

Ketrampilan Motorik Halus pada Anak
Motorik halus atau (fine motoric) adalah pengorganisasian penggunaan sekelompok otot-otot kecil seperti jari-jemari dan tangan yang sering membutuhkan kecermatan dan koordinasi dengan tangan, keterampilan yang mencakup pemanfaatan menggunakan alat-alat untuk mengerjakan suatu objek (Sumantri, 2005:143). Sedangkan Sujiono (2008:12.5) menyatakan bahwa motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti keterampilan menggunakan jari jemari tangan dan gerakkan pergelangan tangan yang tepat. Namun tidak semua anak memiliki kematangan untuk menguasai kemampuan ini pada tahap yang sama.
Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Beberapa pengaruh perkembangan motorik terhadap konstelasi perkembangan individu menurut Hurlock (1996) adalah sebagai berikut:
a.      Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat mainan.
b.     Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan-bulan pertama dalam kehidupannya, ke kondisi yang independent. Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri.
c.      Melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. Pada usia prasekolah atau usia kelas-kelas awal Sekolah Dasar, anak sudah dapat dilatih menulis, menggambar, melukis, dan baris-berbaris.
d.     Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayannya, sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapat bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan).
Keterampilan motorik halus dapat dilihat dari hasil tes kemampuan seseorang menyelesaikan tugas yang melibatkan jari-jari tangan dengan mengikuti tingkat akurasi tertentu. Semakin tinggi keterampilan motorik seseorang maka semakin mudah ia menyelesaikan tugas dengan akurasi tinggi. Secara umum keterampilan motorik anak dapat dilihat dan dibandingkan dengan teman seusianya. Misalnya anak usia 5 tahun yang sudah duduk di sekolah TK pada umumnya sudah dapat menulis huruf alfabet. Jika ada anak usia 5 tahun belum dapat menulis huruf alfabet, bisa jadi karena kurangnya keterampilan motorik halus.
Berikut ini tingkat perkembangan motorik halus menurut tingkatan usia 4-5 tahun:
a. Membuat garis vertikal, horizontal, garis lengkung kiri/ kanan, miring kiri/kanan dan lingkaran
b. Menjiplak bentuk
c. Mengkoordinasi jari tangan dan mata untuk meniru bentuk tulisan
d. Meniru bentuk dari berbagai media
e. Membuat bentuk dari bahan tanah liat/plastisin atau media lainnya sesuai dengan ekspresi diri
Sedangkan untuk usia anka 5-6 tahun perkembangan motorik halusnya adalah sebagai berikut:
a. Menggambar sesuai dengan gagasannya
b. Meniru bentuk dengan berbagai media (menulis bentuk, melipat, membentuk plastisin)
c. Melakukan ekspolari dengan berbagai media
d. Menggunting sesuai pola
e. Menempel gambar dengan tepat
f. Menggambar secara detail
Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan stimulasi tepat. Di setiap fase, anak membutuhkan rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Semakin banyak yang dilihat dan didengar anak, semakin banyak yang ingin diketahuinya. Jika kurang mendapatkan rangsangan anak akan bosan. Di sinilah kami ingin memberi pelatihan untuk membuat kegiatan yang menyenangkan dan tentu saja dapat merangsang perkembangan motorik halus pada anak dengan scrapbook.

Scapbook untuk Pembelajaran Anak
Hampir semua aktivitas bermain anak melibatkan keterampilan motorik halus seperti memegang mainan, menulis, menyobek kertas, bermain piano, dan lain sebagainya. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan anak-anak untuk melatih keterampilan motorik halus di sekolah salah satunya melalui scrapbook art. Seperti pada penjelasan perkembangan motorik halus di subbab sebelumnya, kemampuan motorik halus berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin seperti menggunting sesuai pola, membuat garis, mewarnai, melipat kertas, menempel, menyusun benda-benda kecil dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut ada dalam kegiatan scrapbook art.
Membuat scrapbook dapat mengembangkan daya kreativitas anak. Beberapa ide scrapbooking antara lain adalah mengumpulkan foto-foto sejak anak lahir sampai usianya yang sekarang. Guru bisa mengumpulkan foto-foto, dan meminta anak untuk menempelkan dan menuliskan komentar-komentar lucu di dalam buku tersebut. Selain foto-foto anak juga bisa menggunakan sticker, kertas berwarna-warni, wool atau hiasan lainnya dalam membuat scrapbook.
  Adapun cara untuk membuat scrapbook untuk pembelajaran pada anak usia dini dapat menggunakan langkah-langkah berikut.
1. Tentukan tema scrapbook dan cetak foto yang sesuai dan masuk dalam tema scrapbook
2. Cetak foto dapat dalam berbagai ukuran. Bisa variasikan dengan foto hitam putih bila suka
3. Gunakan bahan-bahan sekitar kita: renda tidak terpakai, robekan kain, kancing, daun kering, kertas-kertas majalah, manik-manik dan masih banyak lagi
4. Anda dapat mengunting foto sesuai keinginan dan menempelnya pada kertas yang lebih besar (HVS, karton bekas minuman yang sudah dibuka, atau lapisi dengan kertas Koran atau majalah)
5. Hias pinggiran kertas, bisa gunakan gutingan asal atau hias dengan bahan-bahan yang ada
6. Satukan setiap halaman dengan pita atau tali

Tema Alam
Sesuai dengan Fitriani (2013) sebaran tema yang pada pembelajaran PAUD yakni TK baik kelompok A atau kelompok B tema alam pada pembelajaran terbagi menjadi binatang, tanaman, air, udara, dan api, serta alam semesta. Adapun isinya adalah sebagai berikut.
1.     Binatang
a.    Jenis/macam binatang: Binatang kesayangan, Binatang ternak, Binatang liar, Serangga, Burung, dan ikan
b.   Makanan binatang
c.    Tempat hidup binatang: air, udara, darat, dan kandang
d.   Perkembangbiakan binatang
e.    Bahaya binatang
f.    Ciri binatang
g.   Keuntungan binatang
2.     Tanaman
a.      Macam-macam tanaman
b.     Fungsi tanaman
c.      Cara menanam tanaman
d.     Cara memelihara tanaman
e.      Bagian-bagian tanaman
3.     Air, Udara, dan Api
a.      Manfaat air
b.     Bahaya air
c.      Asal air
d.     Sifat air
e.      Kegunaan udara
f.      Angin
g.     Sumber-sumber api
h.     Warna-warna api
i.       Sifat-sifat api
j.       Kegunaan api
k.     Bahaya api
l.       Arang
m.   Asap
n.     Abu
4.     Alam Semesta
a.       Kegunaan matahari, bulan, binatang, dan bumi
b.       Pencipta matahari, bulan, bintang, dan bumi
c.       Waktu melihat benda-benda langit
d.       Macam-macam gejala alam
e.       Penyebab terjadinya gejala alam
f.        Pemeliharaan lingkungan agar tidak terjadi gejala alam yang merugikan

Ketika mengadakan pelatihan pembuatan scrapbook, gambar dan hiasan yang digunakan sebaiknya berhubungan dengan bab atau subbab tersebut di atas untuk memudahkan guru dalam mengaplikasikan pelatihan sehingga dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Referensi
Fitriani, Enis. 2013. Developing English Workbook for Kindergarten Class B. Unpublished Magister’s Thesis. Malang: Graduate Program in English Education, Islamic University of Malang
Himawan, Ina. 2012. Melatih Kreativitas Melalui Scrapbooking. http://www.infoanak.com/melatih-kreativitas-melalui-scrapbooking/ accessed on 17 February 2017
https://en.wikipedia.org/wiki/Scrapbooking accessed on 17 February 2017
Hurlock (1996) in Loelha, Mely. 2013. Hakikat Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini. http://melyloelhabox.blogspot.co.id/2013/05/hakikat-perkembangan-motorik-halus-anak.html accessed on 17 February 2017
Isnaeni, Iis. 2013. Scrapbook. http://isnaeni-iis318.blogspot.co.id/2013/02/scrapbook-a.html accessed on 17 February 2017
Musbikin, Imam. 2012. Tumbuh Kembang Anak. Jogjakarta: Flash Book.
Saraswati, Widasari. 2012. Ide-Ide Kreatif Menghabiskan Weekend. http://widasarisaraswati.blogspot.co.id/2012/07/ide-ide-kreatif-menghabiskan-weekend.html accessed on 17 February 2017
Sujiono, Bambang (2008:12.5) in Loelha, Mely. 2013. Hakikat Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini. http://melyloelhabox.blogspot.co.id/2013/05/hakikat-perkembangan-motorik-halus-anak.html accessed on 17 February 2017
Sumantri, 2005. Model Pengembangan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas,Dirjen Dikti.
Suryani, Tatik. 2014. Metode Pembelajaran dalam Modul Pelatihan Pengembangan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional. Surabaya: Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII
Yuniarni, Desni. 2010. Metode Pengembangan Anak Usia Dini: Pontianak.



Butuh jasa penerjemahan Bahasa Inggris <=> Bahasa Indonesia? Segera hubungi
-GRIYAALIHBAHASA-
English-Indonesian & Indonesian-English Translation Service
Silikat 1 no. 5 Purwantoro, Blimbing, Malang, East Java 65122
CP: Enis +6285646575239