Kamis, 09 Juli 2015

Contoh Terjemahan Bidang Manajemen Hasil Peternakan

INDONESIAN TO ENGLISH

Source Language:


Keterkaitan Reputasi, Daya Tarik Iklan, Efek Komunitas dengan Nilai Pelanggan dan Positive Words of Mouth pada Konsumen Susu Bear Brand di Kota Malang
Anung Prasetyo N. dan Karunia Setyowati S.

RINGKASAN
         Persaingan antara Susu Kaleng Bear Brand dengan produk susu dari produsen lain untuk menguasai pasar susu kaleng siap saji di Indonesia semakin seru. Berdasarkan data tahun 2011, penjualan Susu Bear Brand berada pada urutan kedua. Kegiatan pemasaran yang dilakukan PT Nestle Indonesia untuk mengkomunikasikan Susu Bear Brand di pasaran yaitu salah satunya dengan melakukan Words of­ Mouth (WOM) marketing. Walaupun kinerja pemasaran Susu Bear Brand sudah menunjukkan fenomena yang luar biasa dengan peningkatan penjualan, akan tetapi Susu Bear Brand hanya unggul di beberapa wilayah di Indonesia saja, ini menunjukkan nilai pelanggan terhadap Susu Bear Brand belum optimal sehingga belum mampu mencapai prestasi penjualan tertinggi terus-menerus. Hal inilah yang menjadi masalah penelitian ini sehingga perlu diteliti studi tentang nilai pelanggan dengan positive words of mouth. Diduga faktor-faktor yang mempengaruhi nilai pelanggan terhadap Susu Bear Brand adalah adanya rangsangan dari reputasi, daya tarik iklan, dan efek komunitas. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis pengaruh reputasi, pengaruh daya tarik iklan, dan efek komunitas terhadap nilai pelanggan Susu Bear Brand di Kota Malang, dan (2) Menganalisis pengaruh nilai pelanggan terhadap positive words of mouth pada konsumen Susu Bear Brand di Kota Malang. Penelitian akan dilakukan di lima kecamatan di Kota Malang, yaitu Kecamatan Klojen, Sukun, Blimbing, Lowokwaru dan Kedungkandang, pada bulan Pebruari 2014 sampai dengan Desember 2014. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Untuk penelitian ini, data primer diperoleh dari penyebaran koesioner kepada responden yang dalam hal ini adalah para konsumen Susu Bear Brand di Kota Malang. Sampel pada penelitian ini adalah konsumen susu Bear Brand di Kota Malang. Sesuai dengan alat analisis yang akan digunakan yaitu Structural Equation Model (SEM) maka jumlah sampel minimum adalah 90, sedangkan ukuran sampel maksimum adalah 18 x 10 = 180. Teknik pengambilan sampel (sampling) yang digunakan adalah Accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja k yang secara kebetulan dijumpai peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) yang dioperasikan melalui program AMOS 16. Variabel yang diamati adalah: Reputasi (X1 Terkenal; X2 Kredibilitas; X3 Nama baik; X4 Ciri khas), Daya Tarik Iklan (X5 Isi materi iklan yang mudah di pahami, X6 Pemakaian artis sebagai bintang iklan yang menarik, X7 Jargon yang mudah di ingat, X8 Gaya iklan atraktif), Efek Komunitas (X9 Relasi, X10Gaya, X11 Penghargaan), Nilai Pelanggan (X12 Nilai kinerja, X13 Nilai harga, X14 Nilai sosial), dan Word-of-Mouth (X1 5 Senang menceritakan pengalaman, X16 Senang merekomendasikan kepada orang lain untuk mengkonsumsi, X17 Intensitas komunikasi WOM, X18 Meyakinkan orang lain Untuk melakukan pembelian susu Bear Brand).
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat dewasa ini menyebabkan perusahaan harus menghadapi persaingan yang ketat. Sama halnya persaingan yang terjadi di produk pangan liquid, khususnya susu kaleng siap saji. Fakta memperlihatkan penjualan susu kaleng siap saji terus meningkat. Kondisi ini membuat produsen semakin meningkatkan inovasinya dengan meluncurkan produk-produk baru untuk meningkatkan nilai pelanggan sekaligus dalam penguasaan pasarnya. Hal ini sesuai dengan prinsip dasar yang di ajukan oleh Woodruff (1997) bahwa pada prinsipnya tujuan dari perusahaan adalah mempertahankan dan mengembangkan pemahaman dan pengetahuan yang cukup baik akan pelanggan. Dengan kata lain kesuksesan perusahaan di ukur dari kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Nilai pelanggan (customer value) merupakan sebuah perwujudan atas segala upaya perusahaan yang diarahkan pada memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan serta tercermin dalam barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan (Huber et al., 2001).
Merujuk pada temuan Woodruff (1997); Budiman (2003); dan  Smith dan Colgate (2007), meskipun nilai pelanggan telah diterapkan oleh banyak perusahaan lebih dari 2 (dua) dekade lalu, namun kenyataannya menurut masih banyak perusahaan belum dapat mewujudkan nilai pelanggan dalam aktivitas pemasaran mereka secara menyeluruh.
Studi minat mereferensikan lahir dari kritikan DeCarlo et al. (2007) pada penelitian terdahulu, yang mana kurang memperoleh perhatian khusus oleh para peneliti, terlebih pengukuran anteseden dari minat mereferensikan produk masih sangat terbatas. Penelitian yang dilakukan Mangold et al. (1999) menunjukkan bahwa pemahaman akan pentingnya minat mereferensikan produk masih sangat terbatas di kaji dalam penelitian.
Kegiatan pemasaran yang dilakukan PT Nestle Indonesia untuk mengkomunikasikan Susu Bear Brand di pasaran yaitu salah satunya dengan melakukan Words of­ Mouth (WOM) marketing. Words-of-Mouth (WOM) marketing layak dipilih, selain karena biayanya relatif murah juga karena berdasarkan riset oleh Herr et al. (1991), menemukan bahwa WOM memiliki impact yang lebih besar daripada informasi tertulis. Selanjutnya informasi dalam WOM dipercaya dapat menarik perhatian kepada informasi, menahan orang untuk tidak berpaling dan meningkatkan aksesibilitas sehingga dapat meningkatkan penilaian pelanggan (Herr et al., 1991).
Diduga customer value terhadap Susu Bear Brand timbul karena keagresifan PT Nestle-Indonesia dalam beriklan. Keagresifan tersebut tidak hanya di tandai dengan iklan Susu Bear Brand yang begitu gencar muncul di media elektronik dan media cetak, namun juga juga sukses dengan slogannya sebagai susu murni yang memberikan kesehatan.


Selain itu, dikenalnya Susu Bear Brand oleh masyarakat dunia dikarenakan telah tertanamnya citra di masyarakat bahwa Susu Bear Brand (atau sering dikenal sebagai Susu Beruang), merupakan minuman susu murni yang membawa kesehatan. Hal ini yang membuat konsumen confident dengan Susu Bear Brand. Terciptanya komunitas di tengah-tengah masyarakat akan sangat bermanfaat bagi perusahaan. Efek komunitas (community effect) atau sering disebut Bandwagon effect (kawanan insting) orang- orang sering mengikuti orang banyak tanpa memeriksa manfaat hal tertentu. Komunitas dapat dijadikan alat untuk jejaring maupun mempertahankan pelanggan. Tantanggan bagi perusahaan untuk memajukan komunitasnya adalah membangun value-value baru yang terus menerus. Dengan demikian komunitas akan semakin merasakan benefit dari produk dan kemudian menyebarkan pengaruh-pengaruh positif produk kepada orang lain (Rahmat, 2008).

Target Language:

The Correlation among Reputation, Advertisement Attractiveness, Community Effect with Customer Value and Positive Words of Mouth on Bear Brand Milk Consumers in Malang
Anung Prasetyo N. and Karunia Setyowati S.


SUMMARY
     The competition between Bear Brand Milk and dairy product from other  manufacturers to dominate the market of ready-to-drink milk in cans in Indonesia is more exciting. Based on the data from the year 2011, the sales of Bear Brand Milk was in the second rank. One of the marketing activities undertaken by PT Nestle Indonesia to communicate Bear Brand milk in the market is by Words of Mouth (WOM) marketing. Although Bear Brand Milk marketing performance has shown remarkable phenomenon with increase in sales, Bear Brand Milk is only superior in several regions in Indonesia, it shows that the customer value to Bear Brand Milk has not been optimal, so that Bear Brand Milk has not been able to achieve the highest sales constantly yet. This is the research problem; that is to study the customer value with positive words of mouth.  The factors suspected affect the value of the customer to Bear Brand Milk are the effect of reputation, advertisement attractiveness, and community effect. The purpose of this study were (1) to analyze the influence of reputation, influence of advertisement attractiveness, and  community effect to customer value of Bear Brand Milk in Malang, and (2) to analyze the influence of customer value of positive words of mouth on consumers of Bear Brand Milk in City Malang. The study was conducted in five districts in Malang, namely Klojen, Sukun, Blimbing, Lowokwaru, and Kedungkandang, in February 2014 to December 2014. The data used in this study were primary and secondary data sources. For this study, the primary data were obtained from questionairs spread to respondents i.e. Bear Brand Milk consumers in Malang. The sample in this study was Bear Brand milk consumers in Malang. In accordance with the analytical tools used i.e. Structural Equation Model (SEM), the minimum number of samples was 90, while the maximum sample size was 18x10=180. The sampling technique (sampling) used was Accidental sampling, it is a sampling technique based on coincidence i.e. anyone who by chance encountered by the researchers can be used as sample, if it is deemed that the person encountered is suitable as a data source. The analysis technique used in this research was Structural Equation Model (SEM) which was operated by AMOS program 16. The variables measured were: Reputation (X1 Famous; X2 credibility; X3 good name; X4 Characteristic), Advertisement Attractiveness (X5 easy-to-understand content materials of Ads, X6 Use of artists as attractive commercials, X7 easy-to-remember jargon, X8 attractive advertisement style), Community Effect (X9 Relations, X10 Style, X11 Awards), Customer Value (X12 performance value, X13 price value, X14 social value), and Word-of-Mouth (X15 Happy in sharing experience, X16 Happy in recommending to other consumers, X17 WOM communication Intensity, X18 Convincing other people to buy Bear Brand milk).
INTRODUCTION
Background
     The business development increasing rapidly nowadays forces companies to face stiff competitions, no exception for the competition in liquid food products, especially ready-to-drink milk in cans. Facts show that the sales of ready-to-drink milk in cans are increasing quickly. This condition boosts manufacturers to improve its innovation by launching new products to enhance customer value as well in its market domination. This is in accordance with the basic principles proposed by Woodruff (1997) that, in principle, the purpose of a company is to maintain and develop the good enough understanding and knowledge of the customers. In other words the company's success is measured from the ability of the company to meet the customer needs and expectations. Customer value is a manifestation of all efforts of the company aimed to meet the expectations and needs of customers, as well as to be reflected in the goods and services offered to customers (Huber et al., 2001).
     Referring to the findings of Woodruff (1997); Budiman (2003); and Smith and Colgate (2007), although the customer value has been implemented by many companies for more than 2 (two) decades ago, but in fact according to them many companies still have not been able to realize the customer value in their overall marketing activities.
     The reference interest study was born from the criticism of DeCarlo et al. (2007) in the preceding study, which had lack of special attention from some researchers, especially the antecedent measurement of product reference interest which was still very limited. The study conducted by Mangold et al. (1999) shows that the understanding of the importance of product reference interest is still very limited in the review of the study.
One of the marketing activities undertaken by PT Nestle Indonesia to communicate Bear Brand milk in the market is by Words of Mouth (WOM) marketing. Words-of-Mouth (WOM) marketing deserves to be taken, but because the cost is relatively inexpensive as well as based on the study of Herr et al. (1991), it is found that WOM has a greater impact than written information. Furthermore, the information on WOM is believed can attract attention to the information, detain people for not turning away, and increase accessibility in order to enhance customer value (Herr et al., 1991).
     It is presumed that customer value to Bear Brand Milk arises because of the aggressiveness of PT Nestle Indonesia in advertising. The aggressiveness is not only recognized by Bear Brand Milk advertisement which is so intense showing on electronic media and printed media, but also by the successful slogan as the whole milk giving health.
     In addition, Bear Brand Milk is known by the world community because of the image embedded in society that Bear Brand Milk (or commonly known as Bear Milk or Susu Beruang) is a whole milk drink product bringing health. This makes consumers confident with Bear Brand Milk. The existence of a community in a society is very beneficial for a company. Community effect or often called with Bandwagon effect (herd instinct) is people often follow the crowd without examining the benefit of a particular case. Community can be used as a tool for networking and retaining customers. The barrier for a company to promote its community is to build new value continuously. Thus community will increasingly feel the benefits of the product and then spread the positive effects of products to others (Grace, 2008).

Butuh jasa penerjemahan B. Inggris<->B. Indonesia? Segera hubungi:

GRIYAALIHBAHASA
English-Indonesian and Indonesian-English Translation Service
Jl. Silikat I no. 5 Purwantoro, Blimbing, Malang, Jawa Timur
griyaalihbahasa.blogspot.com
virtualdataterjemahan@gmail.com atau fitrianienis@gmail.com
telp./SMS/WhatsApp +6285646575239